10 Januari 2010

Baru Ditemukan Sungai Dibawah Lautan

Betapa Indah dan luar biasa kebesaran Tuhan ! satu sungai ditemukan mengalir di dasar laut. Renungkanlah....

Cheers,
saif


Maha Benar Allah dengan Segala FirmanNya.


Jika Anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ana sebuah goa. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 Meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuha "Sungai" di dasarnya, lengkap dengan pohon daun daunan.



Namun, pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, namun tampak seperti sungai. Luar biasa bukan?? Betapa Hebat Ciptaan Allah S.W.T.

Selengkapnya...

05 Januari 2010

Vandalisme Para Pecinta Alam

Pendaki gunung sahabat alam sejati
Jaketmu penuh lambang, lambang kegagahan
Memproklamirkan dirimu pencinta alam
Sementara maknanya belum kau miliki
Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana kutemui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kepedihan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam
Batu – batu cadas merintih kesakitan
Ditikam belatimu yang bermata
Hanya untuk mengumumkan pada khalayak
Bahwa disana ada kibar benderamu…
Oh alam.. korban keakuan
Oh alam.. korban keangkuhan
Maafkan mereka yg tak mau mengerti
(di ambil kalimat di atas dari sebuah lagu ..pendaki gunung..)


Di atas merupakan sebuah lagu yang merupakan bentuk pemberontakan para pecinta alam yang idealis serta menghormati alam itu sendiri, memang sebuah kejanggalan bagi para penggiat alam bebas yang memproklamirkan diri sebagai seorang pecinta alam namun dalam melakukan kegiatannya selalu melakukan vandaisme terhadap alam, seperti halnya contoh nyata yang terlihat di gunung-gunug banyak para pendaki yang memetik bunga edelweis dengan alasan untuk kenang-kenangan buat sang pacar karena edelweis di anggap sebagai bunga lambang cinta abadi, ada lagi coretan vandalisme di tebing-tebing tinggi, seperti terlihat di area watu kotak gunung sumbing sampai puncak, mereka memproklamirkan bahwa dia atau organisasinya pernah naik di gunung tersebut, banggakah mereka dengan hal-hal tersebut?? Bisa jadi..! padahal itu merupakan kebanggaan semu …
Pendaki gunung adalah seorang petualang sekaligus sang penantang yang tidak takut pada lebatnya belantara, panasnya matahari dan dinginnya malam serta tingginya puncak gunung, namun hal tersebut bukan berarti seorang pendaki gunung juga merusak kondisi alam yang di lewatinya, ada etika petualangan yang harus dihormati yaitu “jangan mengambil sesuatu kecuali foto(gambar), jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak, jangan membunuh sesuatu kecuali waktu” kalimat itu merupakan pomeo bagi kalangan yang menamakan dirinya pecinta alam.
Seorang pecinta alam selain melakukan kegiatan petualangan sudah seharusnya akan menghormati kehidupan di sekitarnya, kehidupan masyarakat sosial, adat dan budaya tradisional, ekosistem lingkungan kita, serta kehidupan yang ada di alam raya ini. Marilah kita semua yang merasa dan memproklamirkan diri sebagai pecinta alam. Jangan melakukan vandalisme terhadap alam sekitar kita, karena perbuatan vandalisme selain merusak tatanan kehidupan juga akan merusak nama kita sebagai seorang pecinta alam..

Bravo Pecinta Alam Indonesia
Bravo Petualang Indonesia

Salam Rimba Nan Lestari…..!!!
Sumber : http://pherleeadventure.blogspot.com
Selengkapnya...

Surat Dari Barack Obama

Barack Obama, Presiden Amerika Serikat
Kevin Rudd, Perdana Menteri Australia
José Manuel Barroso, Presiden Komisi Eropa


Dear Tuan-tuan,

Kami berharap KTT iklim di Kopenhagen untuk setuju yang adil, ambisius
dan perjanjian yang mengikat secara hukum untuk melindungi iklim.

Kau tahu ilmu jelas - untuk menghindari dampak terburuk perubahan
iklim, suhu rata-rata global harus mencapai puncaknya di bawah 2
derajat Celsius di atas tingkat pra-industri dan kembali jauh di bawah
1,5 ° C setelahnya. Ini memerlukan pemotongan emisi gas rumah kaca
sedikitnya 80 persen pada tahun 2050.


Hal ini diperlukan untuk menjamin kelangsungan hidup di dunia negara
yang paling rentan dan ekosistem dan, akhirnya, seluruh umat manusia.

Meskipun Anda dan para pemimpin politik lainnya secara kolektif gagal
untuk mendapatkan persetujuan yang diperlukan, perjuangan untuk
menyelamatkan iklim yang tidak berakhir.

Keputusan untuk memindahkan perjanjian hukum hingga 2010 memberikan
kesempatan terakhir bagi Anda untuk menunjukkan kepemimpinan. Dalam
rangka untuk mengamankan persetujuan Anda, sebagai Kepala Negara harus
tetap terlibat sampai perjanjian ini berlaku.

Kepemimpinan kami harapkan dari Anda. Kami masih mengharapkan Anda
untuk menyampaikan. Bulan-bulan mendatang menawarkan kesempatan
terakhir bagi Anda untuk menunjukkan kepada kita bahwa kepemimpinan.
Kegagalan bukanlah suatu pilihan. Anda tidak dapat mengubah ilmu
pengetahuan; Anda dapat mengubah politik. Jika politik tidak berubah,
kita harus mengubah politisi.

Negara-negara industri memikul tanggung jawab yang bersejarah,
memiliki kapasitas terbesar untuk mengambil tindakan dan memiliki
emisi per kapita tertinggi. Sebagai seorang pemimpin dari sebuah
negara industri, tanggung jawab Anda adalah untuk berkomitmen dalam
pengurangan emisi.

Di Kopenhagen, yang disebut 'Accord' disajikan sebagai 'ambil atau
tinggalkan' kesepakatan yang benar ditolak oleh banyak negara dan
bahkan tidak secara resmi diadopsi oleh Konferensi Para Pihak (COP).
The 'kesepakatan' sebenarnya konsesi utama iklim industri berpolusi.
Ini akan mendorong dunia menuju 4 ° C suhu naik, dengan segala dampak
yang merusak iklim memerlukan ini. Sebuah perjanjian yang mengikat
secara hukum diperlukan untuk mencegah bencana iklim - dan ini adalah
apa yang kita butuhkan Anda untuk menyampaikan pada tahun 2010.

Anda harus: mengambil memimpin; berkomitmen untuk memotong emisi
sebesar 40% pada tahun 2020; berkomitmen untuk menyediakan dana untuk
membantu negara-negara berkembang ke jalur energi yang bersih,
melindungi hutan tropis dan beradaptasi terhadap dampak perubahan
iklim yang sekarang tidak dapat dihindari. Dan ini harus dituangkan
dalam perjanjian yang mengikat secara hukum.

Ini adalah langkah-langkah penting pertama untuk mendapatkan
kesepakatan kebutuhan dunia.

Dunia menonton. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami tidak akan
berhenti sampai tindakan yang perlu diambil.

Tolong, ACT NOW - Ganti MASA DEPAN

Hormat kami,
Selengkapnya...

23 Oktober 2009

Pamhut Buru Perambah Hutan Tahura

BANDA ACEH - Puluhan personel pengaman hutan (Pamhut) mulai Rabu
(14/10) hari ini akan memburu para perambah hutan di kawasan Taman
Hutan Raya (Tahura) Pocut Meurah Intan, Saree, Aceh Besar. Target
operasi terpadu yang digelar selama tiga hari ini, yakni menangkap
para perambah hutan, dan menertibkan bangunan liar di kawasan
konservasi tersebut.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Aceh, Ir H Hanifah
Affan MM mengatakan, pihaknya akan menangkap dan memproses secara
hukum para perambah hutan yang sudah pernah diperingatkan, serta telah
membuat pernyataan tertulis saat dilakukan operasi penertiban beberapa
waktu lalu.

“Operasi penertiban ini sudah dilaksanakan beberapa kali, dan sejumlah
pelaku perambah hutan sudah berkomitmen tidak mengulangi perbuatannya.
Namun, ada beberapa pelaku yang kembali merambah hutan. Para pelaku
yang membandel ini menjadi target operasi untuk diproses secara
hukum,” kata Hanifah, kemarin.


Sedangkan bagi pelaku lainnya, akan dibina dan diminta membuat
pernyataan tidak kembali melakukan perambahan hutan. Selanjutnya,
bekas lokasi perambahan akan dilakukan penanaman kembali melalui
program rehabilitasi hutan dan lahan. Operasi penertiban yang
menurunkan dua regu Pamhut ini, turut melibatkan Dishutbun Aceh Besar,
Polda aceh, Kodam IM, Pomdam IM, Biro Hukum Setda Aceh, BPN Aceh
Besar, Polres Aceh Besar, Kodim 0101/AB, dan pihak Kecamatan Lembah
Seulawah. “Berbagai unsur yang terlibat dalam operasi terpadu ini
sudah berkomitmen untuk memproses hukum setiap oknum yang terlibat
perambahan hutan. Baik itu oknum PNS, TNI, maupun Polri. Sehingga
operasi terpadu kali ini diharapkan bisa memberi efek jera pada
pelaku,” tambah Hanifah.(th)

http://serambinews.com/news/pamhut-buru-perambah-hutan-tahura

Selengkapnya...

Pembakaran Hutan Dipidie meningkat

BANDA ACEH--Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pidie mengungkapkan, pembakaran hutan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terus terjadi dan mengalami peningkatan di daerah tersebut. "Hutan di Tangse rawan terbakar, dan itu justru dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuka lahan baru," kata Kadis Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pidie, Muhammad Amin Affan di Banda Aceh, Kamis (15/10).

Menurut dia,terjadi puluhan kali pembakaran hutan yang disengaja. Pembakaran terparah terjadi bulan Juli 2009.

Kini hutan terbakar di wilayah itu mencapai 200 hektare dan pelakunya, kata Amin Affan, kebanyakan pemburu rusa. Amin mengatakan, hutan Tangse rawan terbakar jika para pemburu masih belum sadar untuk melindungi hutan.

Kejadian yang telah berulangkali ini sangat mengkhawatirkan, apalagi di kawasan itu terdapat hutan pinus.
"Jika masyarakat belum mengerti betapa pentingnya melindungi hutan, tentu akan membawa dampak buruk bagi kehidupan anak cucunya di masa yang akan datang," kata Amin.

Masyarakat hendaknya memahami fungsi hutan yang menjadi sumber air bagi kehidupan, sehingga peristiwa pembakaran atau penebangan liar tidak akan terjadi lagi di masa mendatang. "Kami mengharapkan pengertian dan partisipasi masyarakat untuk melindungi hutan agar tidak membawa bencana seperti tanah longsor dan banjir akibat pembalakan dan pembakaran hutan," katanya.

Selain pembakaran hutan yang disengaja, aktivitas pembalakan liar juga masih terus berlangsung di kawasan hutan yang bertetangga dengan Kabupaten Aceh Besar. "Pegunungan Tangse dan Geumpang menjadi sasaran empuk pembalakan liar untuk membabat hutan. Mereka mengincar kayu untuk dijual demi kepentingan pribadi," katanya.

Akibat kemarau dan angin kencang yang melanda Pidie beberapa hari terakhir, sekitar 10 hektare hutan di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Senin (12/10) kembali dilalap api.

Selengkapnya...

Hutan Pidie Masih Ditebang

SIGLI- Berdasarkan hasil survei Walhi Aceh menunjukkan bahwa hutan lindung tersebar di Pidie merupakan peninggalan nenek moyang, kini dilaporkan telah tandus. Fenomena ini akibat aksi penembangan liar masih terus berlangsung di lapangan.
“Betul, mengacu kepada laporan masyarakat dan hasil survei kita sendiri di lapangan, menunjukkan bahwa pembalakan liar terus terjadi di hutan Aceh dan juga di hutan lindung Pidie,” sebut Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Bambang Antariksa di sela-sela seminar dan work shop sehari dengan tema “Konsultasi Publik Rancangan Qanun pertanahan,” yang digagas YLBHI-LBH Banda Aceh Pos Lhoksumawe, Sabtu (24/1), di aula Dinas Infokom Pidie.


Menurutnya, meski Gubernur Aceh Irwandi Yusuf telah melahirkan moratorium loging sebagai bentuk jeda tebang, namun aturan itu belum membuahkan hasil seperti yang diinginkan. Artinya, aturan yang digagas Pemerintah Aceh belum menyentuh pihak-pihak yang sampai kini masih menebang kayu secara ilegal.

Kecuali itu, lanjutnya, hadirnya polisi hutan (polhut) juga belum dapat menghentikan pembalakan liar yang terus terjadi di negeri ’Serambi Mekkah‘ ini. Bahkan, yang cukup ironi ada oknum polhut sendiri yang bermain kayu, seperti yang terjadi di Aceh Tamiang. Untuk itu, kata Bambang, tidak salah jika Pemerintah Aceh mengevaluasi kembali kinerja polhut yang jelas-jelas belum efektif.

Dalam menutupi celah pembalakan liar, menurutnya, pemerintah juga harus mampu memutuskan mata rantai kayu ilegal yang selama ini masih eksis dan melibatkan semua pihak. Baik melalui pemenuhan ekonomi maupun pendekatan terhadap masyarakat yang bermukim di kawasan hutan lindung.

Selain itu, katanya, pemerintah juga harus membuat presentase tentang jumlah kayu yang diperlukan setiap tahun untuk pembangunan infrasruktur. Ini salah satu alternatif, untuk mengetahui jenis kayu ilegal yang beredar. Kalau ini tidak dilakukan, sebutnya, maka aksi pembalakan liar akan jalan terus.

“Kita sangat menyayangkan aksi pembalakan liar yang sampai kini masih terjadi. Padahal, ratusan miliar dana mengalir lewat Dinas Perkebunan, untuk menghentikan jeda tebang, tapi sampai kini belum berhasil,” demikian Bambang Antariksa.(nr)

Sumber : Serambi Indonesia
Edisi : 27 Januari 2009


Selengkapnya...

Kota Sigli Dari Satelit

Lihat Map Lebih Lengkap